Hari ini saya mau posting tentang SNMPTN TULIS 2013 akan dihapuskan. Wah, gimana seleksinya kalau gak ada SNMPTN tulisnya ?. Pertanyaan itu yang mulai muncul dibenak kalian.. begitu juga dengan saya. Berita ini cukup mengejutkan semua orang, betapa tidak SNMPTN tulis dihapuskan begitu saja.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan formulasi baru dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 mendatang. Tahun depan, SNMPTN hanya dilakukan dengan jalur undangan. SNMPTN jalur tulis dihapus.
Kebijakan menetapkan menghapus SNMPTN jalur ujian tulis merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 34 Tahun 2010. Dalam Peraturan Menteri tersebut dinyatakan penerimaan mahasiswa baru di PTN melalui dua skema, yaitu SNMPTN dan/atau jalur mandiri.
Dihubungi di Jakarta kemarin, Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Djoko Santoso menuturkan, pihaknya memang akan menghapus SNMPTN jalur tulis untuk tahun depan. Dia menerangkan sesuai dengan peraturan meteri, tahun depan seleksi masuk PTN dibagi menjadi dua. Yaitu SNMPTN dengan pagu 60 persen dari total kuota nasional, dan seleksi jalur mandiri dengan pagu 40 persen.
Mantan rektor ITB itu menegaskan, pagu 60 persen untuk SNMPTN tadi dilaksanakan dengan jalur undangan semuanya. "Untuk yang jalur mandiri (40 persen dari kuota, red) kita serahkan ke majelis rektor," ucap Djoko. Nantinya seluruh kampus negeri melalui majelis rektor diberi wewenang untuk mengelola, apakah sebagian dari pagu seleksi mandiri akan dipakai jalur tulis secara nasional atau digabung sekalian dengan jalur undangan.
Mantan rektor ITB itu menegaskan, pagu 60 persen untuk SNMPTN tadi dilaksanakan dengan jalur undangan semuanya. "Untuk yang jalur mandiri (40 persen dari kuota, red) kita serahkan ke majelis rektor," ucap Djoko. Nantinya seluruh kampus negeri melalui majelis rektor diberi wewenang untuk mengelola, apakah sebagian dari pagu seleksi mandiri akan dipakai jalur tulis secara nasional atau digabung sekalian dengan jalur undangan.
Djoko mengingatkan, pagu 60 persen untuk SNMPTN itu adalah batas bawah atau minimum. Artinya, jalur SNMPTN ini boleh lebih dari apa yang ditetapkan itu. Sedangkan pagu 40 persen untuk jalur mandiri itu adalah batas atas.
Ketentuan menghapus SNMPTN jalur ujian tulis menurut Djoko menjadi bagian dari skema menjadikan nilai ujian nasional (unas) sebagai ketentuan penerimaan mahasiswa baru. "Kita mendukung integrasi nilai unas untuk acuan menerima mahasiswa baru," kata dia. Seperti diketahui, dalam SNMPTN jalur undangan mahasiswa yang diterima dilihat dari nilai unas dan rapor semester III, IV, dan V.
Djoko lantas menjelaskan, skema SNMPTN 2013 yang seluruhnya untuk jalur undangan harus benar-benar diperhatikan pihak sekolah. Sebagai perbandingan, Djoko mengatakan dalam SNMPTN tahun ini pada mahasiswa baru yang diterima melalui jalur undangan hanya 35 persen, sisanya untuk SNMPTN jalur ujian tulis.
Menurut Djoko, ada konsekwensi tinggi pada sistem baru SNMPTN 2013 nanti. Yaitu, pihak sekolah dilarang main-main untuk mengatrol nilai siswa. Sebab, resiko untuk sekolah yang terbukti mengatrol nilai rapor siswa dilarang ikut SNMPTN jalur undangan selama tiga tahun berturut-turut.
Dengan dihapuskannya SNMPTN tulis, maka peluang masuk perguruan tinggi negeri hanya akan dilalui dengan dua jalur, yakni jalur SNMPTN undangan dan jalur mandiri. Jalur SNMPTN undangan adalah seleksi masuk perguruan tinggi dengan mengandalkan prestasi akademik yang tercantum dalam rapor siswa. Sedangkan jalur mandiri merupakan ujian masuk yang diselenggarakan PTN yang bersangkutan secara mandiri. Biasanya jalur ini menetapkan biaya yang sangat mahal kepada calon mahasiswa baru. Komposisi untuk masing-masing skema dibagi menjadi 60 persen dari jalur SNMPTN dan 40 persen untuk jalur mandiri.
Sebagai guru SMA yang tiap tahun menyaksikan fenomena kelulusan dan kepanikan menghadapi bangku universitas, saya merasa agak shock. Kekagetan saya ini berkaitan dengan banyak hal :
- Saya menilai SNMPTN tulis adalah ujian masuk yang paling fair yang dilakukan pemerintah dibandingkan Ujian Nasional dengan berbagai praktik kecurangannya atau Ujian Mandiri yang hanya leluasa dilakukan oleh anak yang orang tuanya berduit.
- Artinya, SNMPTN tulislah yang masih terjangkau oleh masyarakat miskin yang mau melanjutkan ke PTN.
- Biaya masuk dan kuliah dari hasil seleksi SNMPTN tulis relatif jauh lebih murah dibandingkan dengan SNMPTN undangan, terlebih lagi jalur mandiri.
- Artinya, lagi-lagi harus dicarikan solusi kembali agar orang miskin tetap bisa kuliah di PTN impiannya.
- Adanya SNMPTN undangan sebenarnya memacu praktik baru untuk mendongrak nilai raport yang sudah ada agar anak-anak didik bisa masuk PTN, apalagi nanti saingannya akan lebih banyak lagi.
- SNMPTN undangan akan didominasi oleh anak-anak yang hanya memiliki prestasi atau kecerdasan akademik, sementara anak-anak dengan kemampuan lainnya tidak mempunyai kesempatan untuk diundang.
- SNMPTN undangan akan sulit dipenuhi oleh anak-anak yang mempunyai kecenderungan “membangkang” atau istilah lainnya : anak-anak bandel. Karena gurunya tak akan sudi memberikan nilai bagus pada anak-anak tersebut.
- SNMPTN undangan sangat terkait dengan nilai rapor, sehingga akan muncul berbagai kecurangan siswa demi mendapatkan nilai bagus tersebut. Harus diperhatikan pemahaman karakter dalam pencapaian nilai anak secara jujur.
Namun, saya tidak juga harus terlalu berlebihan menanggapi ini dengan negatif karena pemerintah sudah mempunyai antisipasi dari hal-hal tersebut di atas:
- Sekolah yang ketahuan mengatrol nilai siswa akan diblacllist untuk kemudian siswa dalam sekolahnya tidak dapat mengikuti SNMPTN jalur undangan. Sekolah dituntut untuk kredible dalam memberikan nilai kepada siswa.
- Dirjen Dikti Kemendikbud Djoko Santoso mengatakan, pihaknya menjamin tidak akan ada kenaikan biaya. Mahasiswa yang lolos dari seleksi SNMPTN maupun jalur mandiri, akan membayar SPP dengan sistem SPP tunggal atau sama.
Sumber : jpnn.com dan kompasiana.com
Oleh : Monalia Sakwati
